Profesi Zaman Sekarang

Saya membaca sebuah artikel berita di koran. Artikel tersebut merupakan hasil dari jepretan kamera dan dibagikan secara publik di linimasa facebook. Isi artikel tersebut cukup menggelikan, bercerita tentang orang Indonesia yang berprofesi sebagai Programmer di sebuah perusahaan luar negeri. Si programmer ini berkisah bahwa ia selalu menjadi gosip bagi warga sekitarnya karena ia dianggap memelihara tuyul. Mengapa ia bisa sampai dianggap seperti itu ? Karena si programmer ini bekerja secara remote (bekerja tidak on location) dan digaji mengikuti standar gaji profesi programmer di luar negeri yang mencapai puluhan juta per bulannya. Si programmer banyak duit tapi tidak terlihat bekerja di mana-mana dan akhirnya menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa si programmer memelihara tuyul untuk mendatangkan banyak uang.

Profesi zaman sekarang berbeda dengan profesi di 10-50 tahun yang lalu. Jika bekerja yang selama ini ada di pola pikir masyarakat adalah masuk ke kantor jam 7 pagi, istirahat jam 12 siang, dan pulang jam 3 atau 5 sore, maka itu adalah pola bekerja yang konvensional. Di era milenial ini, semua dituntut lebih fleksibel, efektif, efisien, dan cepat. Masyarakat tidak bisa lagi menganggap bekerja itu harus di kantor yang penuh dengan keribetan dan bekerja selama 10 jam.

Profesi juga sudah semakin meluas. Presiden Jokowi pernah bertanya pada seorang anak mengenai apa cita-citanya kelak, dan si anak  dengan lantang dan tanpa ragu menjawab,"jadi youtuber pak!!!". Bagi sebagian besar masyarakat ini konyol, tapi saya salut terhadap anak ini karena ia memiliki pemikiran yang berbeda dari kebanyakan keinginan masyarakat. Jika bagi dia menjadi youtuber mendatangkan kebahagiaan, bukankah kita bekerja harus diiringi dengan perasaan bahagia ? Jika dia pikir bisa bahagia maka tujuan itu tercapai, bukan ?

Profesi apapun di zaman sekarang sudah tidak memiliki kesamaan lagi dengan profesi 20 tahun yang lalu. Masyarakat harus bijak dalam menyikapi dan menghadapi tantangan dan perputaran global yang berubah tiap detiknya dan berdampak kepada profesi-profesi. Semoga dengan begini, tidak ada lagi anggapan seseorang yang tidak terlihat bekerja tetapi memiliki banyak uang dianggap memelihara Tuyul.

.:FS:.

Senin, 30 Oktober 2017
Posted by suarezsaga
Tag :

Arrival : Memahami Gaya Komunikasi Orang Lain

Arrival adalah sebuah film fiksi sains yang disutradarai Denis Villeneuve dan dibintangi oleh jajaran bintang papan atas Hollywood, seperti Amy Adams (Man of Steel, American Hustle), Jeremy Renner (Avengers), dan Forest Whitaker (King of Scotland). Film ini berkisah tentang kedatangan 12 pesawat asing yang secara misterius melayang di atas tanah dan tidak melakukan apapun. Manusia merasa terancam dan mulai menyelidikinya.
Saya tidak akan menceritakan cerita sepenuhnya di sini. Karena jika diceritakan semuanya di sini, pemirsa jadi malas nonton karena spoiler. Jadi, hanya secuil nilai yang saya tangkap saja.
Konflik dalam film ini bermula ketika sekelompok peneliti dan pakar (ada ahli Fisika dan ahli linguistik) yang direkrut oleh Angkatan Militer Amerika Serikat untuk mencoba berkomunikasi dengan makhluk yang ada di pesawat. Pada mulanya, sang Ahli Linguistik bernama Louise Banks (diperankan oleh Amy Adams dengan sangat cantik dan nyaris sempurna), kebingungan dan sempat mengalami stres karena pengalaman yang benar-benar membuatnya kehilangan akal. Anda bayangkan saja jika Anda memang pakar linguistik dan mempelajari bahasa-bahasa di seluruh dunia dan disuruh menerjemahkan bahasa Alien, bagaimana respon Anda ? Jangankan bahasa Alien, bahasa makhluk bumi seperti cacing saja susah diterjemahkan.
Sang Alien-pun mulai berkomunikasi dengan baik dan lancar, dengan panduan aba-aba oleh Louise Banks. Semua berjalan lancar ketika ada sebuah kata yang diberikan oleh mereka yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sebagai 'senjata'. Mengetahui ini, banyak pimpinan militer negara-negara yang disinggahi, termasuk Tiongkok, mulai beranggapan bahwa mereka ini membawa senjata pemusnah masal dan ingin menguasai dunia. Alasan yang sangat klise di tiap film tentang invasi Alien.
Adegan selanjutnya adalah Rusia, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, dan 8 negara lain mulai mengaktifkan senjata nuklir dan semua hulu ledak sudah disiapkan dalam menyikapi pernyataan sang Alien bahwa mereka membawa senjata. Militer mereka sudah siap menghancurkan tamu tak diundang tersebut.
Oke sampai disitu. Saya mulai menangkap satu hal yang sering menjadi masalah di pergaulan kita-kita ini. Salah bicara maka urusan bisa panjang. Salah bicara mengenai hal yang sensitif akan berbuntut panjang mengenai hubungan Anda dengan lawan bicara Anda. Akibatnya banyak hal, mulai dari yang paling ringan itu dibicarakan di belakang, dijauhi, jika bicara tidak ditanggapi, didemo, ditangkap polisi, yang paling buruk dibunuh. Nah, ketika mengalami salah paham ini, yang perlu kita pahami sebenarnya hanyalah memahami latar belakang dan gaya bicara seseorang.
Ada sebuah contoh. Ketika bicara, orang tersebut berbicara dengan nada-nada tinggi walaupun tidak setinggi tenor-nya Luciano Pavarotti. Bagi sebagian masyarakat, orang ini dianggap memarahi dan mengajak kelahi, tetapi kita perlu pahami pelan-pelan dan memahami latar belakangnya. Begitu juga misalnya terjadi keseleo lidah, jangan terlalu cepat menjustifikasi. Masalah di masyarakat dunia dewasa ini kan karena masalah komunikasi dan pemahaman yang dangkal.
Pada akhir film, diketahui bahwa Alien tersebut bukan mengajak perang, tetapi menawarkan kerja sama bersenjata. Setelah dijelaskan, Alien-alien tersebut meninggalkan Bumi dalam keadaan damai, aman, sejahtera, dan selamat sentosa. Di kehidupan nyata, sangat penting untuk mengonfirmasi dan memahami terlebih dahulu baru kemudian bereaksi.
.: FS :.
Selasa, 24 Oktober 2017
Posted by suarezsaga

Toleransi 100% = Tidak Ada

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sifat toleran/to·le·ran/ bermakna : bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa toleransi itu berarti kita memberi ruang selebar-lebarnya terhadap berbagai bentuk tindakan dan ucapan dan ideologi, apapun itu. Toleransi secara harafiah adalah ini.
Sifat sebaliknya dari toleran adalah intoleran. Menurut KBBI, intoleran/in·to·le·ran/ adalah tidak tenggang rasa; tidak toleran. Dapat disederhanakan, toleran dan intoleran adalah dua sifat yang bertolak belakang dan seharusnya tidak menyatu.
Tetapi, penerapannya benarkah demikian ?
Sering kita temui orang-orang mengeluhkan tidak adanya toleransi ini dan itu, tetapi juga sering menyerang dan membubarkan sebuah tindakan atau aksi yang berseberangan dengan pemikirannya. Di sini, terjadi sebuah paradoks. Pada satu sisi, kita toleran terhadap tindak tanduk masyarakat yang sesuai dengan apa yang kita imajinasikan, tetapi ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai imajinasi kita, kita berubah menjadi intoleran. Terjadi paradoks dalam toleransi.
Pada akhirnya, tindakan-tindakan apa yang disebut toleran dan intoleran kembali kepada sudut pandang tiap individu. Pada tingkatan tertinggi, toleransi akan dipahami sebagai tindakan yang dapat diterima oleh akal sehat masyarakat pada umumnya.
.: FS :.
Posted by suarezsaga
Tag :

Yang Abadi Itu Adalah Perubahan

Saya sering mendengar celetukan menggelikan dari teman2 saya ketika menanggapi keadaan seseorang.
"Eh si A sekarang udah jadi sukses loh usahanya. Padahal dulu waktu sekolah biasa2 saja tidak menonjol"
Ini sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Hal ini biasa terjadi pada banyak orang ataupun keadaan. Orang datang dan pergi, keadaan dulu di bawah dan sekarang di atas, Itu tandanya orang bersifat dinamis dan fleksibel, dia tidak konstan.
Perubahan terjadi tiap detik. Baik perubahan yang direncanakan ataupun yang mendadak. Sering juga sebuah kelompok anak muda sudah merencanakan piknik ke suatu pantai tetapi menjelang hari-H rencana tersebut terpaksa dibatalkan. Hari ini A, besok bisa berubah menjadi B.
Untuk kasus teman saya yang dulu biasa2 saja dan akhirnya menjadi sukses, berarti dia sudah bergerak lebih cepat dari orang lain dan orang yang menanggapinya tersebut sama bergerak hanya saja dengan kecepatan yang lebih lamban dari dia. Pada akhirnya, kita akan menyadari, tidak ada yang abadi, yang abadi hanyalah perubahan itu sendiri.
.: FS :.
Posted by suarezsaga
Tag :

Di Masa Depan

Suatu waktu di masa depan, dompet hanya akan diisi tidak lebih dari 3 kartu, tidak ada uang kertas dan logam lagi.
Suatu waktu di masa depan, setiap orang memiliki website resmi atas namanya sendiri dan bisa membuat website sendiri
Suatu waktu di masa depan, driver ojek online tidak perlu lagi melihat ke layar smartphone untuk melihat order, cukup melihat kaca helm-nya
Suatu waktu di masa depan, semua usaha kecil dan menengah sudah Go Online
Suatu waktu di masa depan, kecerdasan buatan menjadi tren di perusahaan-perusahaan lokal
Suatu waktu di masa depan, rakyat tidak perlu membeli paket internet karena semua daerah sudah memiliki sinyal wi-fi
Suatu waktu di masa depan, wireless menkadi tren
Tapi di atas itu semua, di masa depan seluruh Indonesia akan menjadi terang benderang non stop dan akses jalan bukan hal yang dikeluhkan lagi.
Posted by suarezsaga
Tag :

Jualan Online Butuh "Rumah" juga

Sumber
Ketika Anda memutuskan untuk membuka usaha, apa yang Anda perlukan? Perlu stok ? Perlu tempat fisik ? Perlu izin usaha ? Ya, semua itu dibutuhkan. Anda perlu mengurus sewa tempat, menata barang-barang yang akan dipajang, dan pengurusan izin usaha. Jika dulu tempat jualan ini sering disebut dengan "Toko", maka sekarang istilah itu mengalami perluasan menjadi "Toko Konvensional".
Perluasan istilah ini muncul seiring menjamurnya kebiasaan warganet dalam memasarkan produknya di dunia daring. Toko yang dulu hanya merujuk kepada bentuk fisik tempat orang melakukan transaksi jual beli produk menjadi terbelah. Bentuk fisik disebut Toko Konvensional dan yang bergerak di dalam jaringan disebut Toko Online.
Saya ingat sebuah kisah tentang tukang jamu di kampung saya. Beliau adalah penjual jamu keliling biasa, orang-orang menyebutnya Mbak Jamu Gendong, karena membawakan berbagai jamu di dalam botol dan digendong dengan sebuah kain disampirkan di pundaknya. Selama bertahun-tahun, beliau menjajakan jamunya dengan cara berjalan kaki dari satu kompleks ke kompleks lainnya. Ini dilakukan hingga kemudian beliau berhasil menyewa sebuah ruko (rumah toko) sebagai tempat beliau memajang jamu-jamu yang biasa beliau jajakan. Oleh karena itu, beliau lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas karena orang-orang akan mudah menemuinya jika ingin membeli jamu. Konsumen menjadi lebih percaya pada beliau karena sudah memiliki toko fisik. Berjualan secara online tidak jauh beda dengan jualan secara konvensional.
Saat ini, sudah banyak media sosial yang digunakan oleh warganet untuk menyimpan produk-produknya secara digital. Berjualan secara sederhana dari media sosial terlebih dahulu, kemudian coba-coba buka toko di E-Commerce, jika sudah mulai memiliki nama, warganet mulai memikirkan membuka toko online sendiri. Toko online itu berupa sebuah website.
Website kurang lebih memiliki karakter yang sama seperti toko konvensional. Jika di toko konvensional anda menyewa sebuah ruko untuk memajang produk Anda, maka website juga menyewa, tetapi bukan lahan tanah melainkan ruang server di jaringan.
Apakah dampak website terhadap jualan produk kita? Saat ini, ternyata pengguna (calon pembeli) cenderung mencari penjualan produk lebih ke arah mesin pencari terlebih dahulu. Jika Anda memiliki website sendiri untuk memasarkan produk Anda, peluang untuk produk Anda yang pertama ditampilka di mesi pencari lebih besar daripada Anda hanya menempatkan di E-Commerce besar. Ketika Anda menempatkan produk Anda di E-Commerce besar, maka harus bersaing dengan penjual produk-produk serupa yang juga berjualan di tempat yang sama. Tetapi, jika Anda memiliki website sendiri sebagai tempat pajangan produk Anda, kemungkinan dalam meraih banyak pelanggan potensial juga semakin besar.
Memiliki website sendiri maka Anda sudah berhasil menggunakan media online dalam membantu konsumen menemukan bisnis Anda. Konsumen maupun calon konsumen akan dengan sangat mudah untuk mendapatkan informasi bisnis maupun perusahaan secara lengkap dan akurat hanya dengan mencari melalui komputer yang terkoneksi dengan internet, atau bahkan hanya dengan gadget mereka kapanpun dan di manapun.
Posted by suarezsaga
Tag :

Media Sosial Itu Liar

Media sosial ibarat sebuah hutan belantara tanpa aturan yang memungkinkan penghuninya melakukan apa saja yang disenangi tanpa ada orang lain yang mengatur-aturnya. Saking liarnya, semua jenis kepribadian manusia yang di dunia nyata tidak tampak tetapi di media sosial tampaklah semua kepribadiannya. Oleh sebab itu, segala bentuk privasi hampir hanya jargon omong kosong.
Beberapa bulan yang lalu, teman saya memberitahukan bahwa semua akun media sosialnya sudah dihapus. Saya bertanya, apa yang menyebabkannya mengingat dia adalah orang yang sangat aktif di media sosial. Dia menjawab, saat ini dia sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan swasta dan di dalam lamaran tersebut, perusahaan meminta data akun-akun media sosial. Saat ini, perusahaan tersebut menilai calon karyawannya terlebih dahulu dari media sosial. Dan, celakanya di lini masa aku teman saya itu, banyak share berita-berita yang bersifat provokatif dan cenderung menggunakan bahasa kasar. Ia tidak ingin semua itu menjadi "penghalang" dalam meraih impiannya bekerja di perusahaan itu. Ia ingin mencitrakan dirinya sebagai calon karyawan yang baik, yang jauh dari hingar-bingar media sosial yang sangat "hype".
Dari cerita di atas, bisa kita renungkan bahwa kekuatan media sosial sangat kuat. Bahkan, tulisan-tulisan yang pernah ditulis di Dinding Facebook, Twit, dll, itu bisa menentukan masa depan. Contoh saja, jika saja kalimat-kalimat kasar di Dinding Facebook teman saya berhasil diakses oleh pihak Human Resource perusahaan tersebut, pastilah masa depannya tidak berhasil di perusahaan tersebut. Penyebabnya, karena kita-lah yang gagal "menjinakkan" media sosial itu.
Mengingat tulisan-tulisan di media sosial dapat menentukan persepsi dan masa depan seseorang, mari kita mulai sesuatu yang positif. Berhenti membagikan berita-berita hoax, ujaran kebencian, dan sentimen-sentimen negatif terhadap kelompok oposisi. Hoax menjad tersebar lebih cepat karena orang-orang yang kontra juga ikut menyebarkannya. Mari memanfaatkan media sosial untuk meraih keuntungan dalam berbisnis yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Mari memanfaatkan media sosial untuk memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan masyarakat. Mari menjadi inspirasi.
--FS--
Posted by suarezsaga
Tag :

Follow me @arezsaga

Iklan Duluuu... Silakan dilihat-lihat

Kicauan saye

Yang terperangkap di blog ini sudah

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

- Copyright © suarezsaga -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -