Posted by : suarezsaga Selasa, 24 Oktober 2017

Sumber
Beberapa hari terakhir, notifikasi Whatsapp Grup saya dipenuhi oleh diskusi menarik, yaitu mengenai bidang ekonomi dan pekerjaan.
Ini diawali dengan masuknya berita mengenai prediksi Vikram Pandit, mantan CEO Citigrup Inc., yang memrediksi bahwa dalam waktu 5 tahun pekerjaan di perbankan akan musnah sebanyak 30%. Belum selesai diskusi ini, kemudian muncul lagi sebuah diskusi yang menarik di grup yang lainnya lagi mengenai menurunnya omzet pedagang di Tanah Abang. Salah satu pedagang curhat bawah omzet sebesar 1 juta rupiah/hari itu sudah sangat bagus. Kasus pertama, orang-orang (nasabah) sudah malas pergi ke Bank hanya untuk tarik dana dan lain-lain karena sudah difasilitai dengan e-banking, dan kasus kedua disebabkan menjamurnya pasar elektronik (e-commerce) yang mudah diakses kapanpun dan dimanapun. Saya merasa tertarik dengan 2 kasus ini, karena mereka memiliki hubungan penyebab yang sama, yaitu penyebabnya adalah Teknologi Informasi.
...................................................................................................
Teknologi informasi (TI) memang berkembang sangat pesat dalam kurun waktu sejak tahun 2000 hingga sekarang. Kita lihat saja, TI pelan-pelan mengubah gaya hidup masyarakat. TI mulai menampilkan dirinya dengan pelan-pelan menggantikan peran kaset pita beralih ke disk magnetik, kemudian digantikan lagi menjadi sebuah perangkat elektronik bernama MP3 player yang dapat memuat seribu lagu. Tidak beberapa lama kemudian, perkembangan telepon genggam juga menggantikan peran Telepon Rumah yang sudah bertahan sejak Alexander Graham Bell mematenkan temuannya itu. Hanya dalam kurun waktu 17 tahun, semua yang bersifat manual sudah digantikan oleh TI. Bahkan Rumah pun sudah memiliki software sendiri dengan bantuan Kecerdasan Buatan.
Perkembangan TI ini memiliki 2 sisi, sisi yang pertama dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaan, karena pada hakikatnya TI memang diciptakan untuk membantu dan memudahkan pekerjaan manusia. Di sisi lain, ini dapat meningkatkan jumlah pengangguran dan menurunnya pendapatan toko konvensional.
...................................................................................................
Dari 2 kasus di atas, solusi yang mungkin diterapkan adalah kita sebagai masyarakat harus terus meningkatkan keterampilan dan kecerdasan dalam menggunakan teknologi, jika perlu manusia sebagai pengguna TI bisa mempelajari bahasa pemrograman yang sederhana sekalipun. Di era di mana TI adalah "sahabat" dalam industri, manusia tidak bisa terus terkurung dengan mindset bahwa inilah aku apa adanya, jadilah diri sendiri. Manusia harus berubah, seperti halnya TI. Siapa yang menyangka dahulu Yahoo yang sangat digdaya sebagai mesin pencari bisa kolaps dan digantikan oleh pendatang baru seperti Google ? Ya, kuncinya adalah berubah. Ingat, kita tidak bisa menghadang perubahan TI tetapi kita bisa menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi saat ini dan di masa depan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Follow me @arezsaga

Iklan Duluuu... Silakan dilihat-lihat

Kicauan saye

Yang terperangkap di blog ini sudah

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

- Copyright © suarezsaga -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -