Posted by : suarezsaga Selasa, 24 Oktober 2017

Sumber
Ketika Anda memutuskan untuk membuka usaha, apa yang Anda perlukan? Perlu stok ? Perlu tempat fisik ? Perlu izin usaha ? Ya, semua itu dibutuhkan. Anda perlu mengurus sewa tempat, menata barang-barang yang akan dipajang, dan pengurusan izin usaha. Jika dulu tempat jualan ini sering disebut dengan "Toko", maka sekarang istilah itu mengalami perluasan menjadi "Toko Konvensional".
Perluasan istilah ini muncul seiring menjamurnya kebiasaan warganet dalam memasarkan produknya di dunia daring. Toko yang dulu hanya merujuk kepada bentuk fisik tempat orang melakukan transaksi jual beli produk menjadi terbelah. Bentuk fisik disebut Toko Konvensional dan yang bergerak di dalam jaringan disebut Toko Online.
Saya ingat sebuah kisah tentang tukang jamu di kampung saya. Beliau adalah penjual jamu keliling biasa, orang-orang menyebutnya Mbak Jamu Gendong, karena membawakan berbagai jamu di dalam botol dan digendong dengan sebuah kain disampirkan di pundaknya. Selama bertahun-tahun, beliau menjajakan jamunya dengan cara berjalan kaki dari satu kompleks ke kompleks lainnya. Ini dilakukan hingga kemudian beliau berhasil menyewa sebuah ruko (rumah toko) sebagai tempat beliau memajang jamu-jamu yang biasa beliau jajakan. Oleh karena itu, beliau lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas karena orang-orang akan mudah menemuinya jika ingin membeli jamu. Konsumen menjadi lebih percaya pada beliau karena sudah memiliki toko fisik. Berjualan secara online tidak jauh beda dengan jualan secara konvensional.
Saat ini, sudah banyak media sosial yang digunakan oleh warganet untuk menyimpan produk-produknya secara digital. Berjualan secara sederhana dari media sosial terlebih dahulu, kemudian coba-coba buka toko di E-Commerce, jika sudah mulai memiliki nama, warganet mulai memikirkan membuka toko online sendiri. Toko online itu berupa sebuah website.
Website kurang lebih memiliki karakter yang sama seperti toko konvensional. Jika di toko konvensional anda menyewa sebuah ruko untuk memajang produk Anda, maka website juga menyewa, tetapi bukan lahan tanah melainkan ruang server di jaringan.
Apakah dampak website terhadap jualan produk kita? Saat ini, ternyata pengguna (calon pembeli) cenderung mencari penjualan produk lebih ke arah mesin pencari terlebih dahulu. Jika Anda memiliki website sendiri untuk memasarkan produk Anda, peluang untuk produk Anda yang pertama ditampilka di mesi pencari lebih besar daripada Anda hanya menempatkan di E-Commerce besar. Ketika Anda menempatkan produk Anda di E-Commerce besar, maka harus bersaing dengan penjual produk-produk serupa yang juga berjualan di tempat yang sama. Tetapi, jika Anda memiliki website sendiri sebagai tempat pajangan produk Anda, kemungkinan dalam meraih banyak pelanggan potensial juga semakin besar.
Memiliki website sendiri maka Anda sudah berhasil menggunakan media online dalam membantu konsumen menemukan bisnis Anda. Konsumen maupun calon konsumen akan dengan sangat mudah untuk mendapatkan informasi bisnis maupun perusahaan secara lengkap dan akurat hanya dengan mencari melalui komputer yang terkoneksi dengan internet, atau bahkan hanya dengan gadget mereka kapanpun dan di manapun.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Follow me @arezsaga

Iklan Duluuu... Silakan dilihat-lihat

Kicauan saye

Yang terperangkap di blog ini sudah

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

- Copyright © suarezsaga -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -