- Back to Home »
- #opini »
- Toleransi 100% = Tidak Ada
Posted by : suarezsaga
Selasa, 24 Oktober 2017
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sifat toleran/to·le·ran/ bermakna : bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa toleransi itu berarti kita memberi ruang selebar-lebarnya terhadap berbagai bentuk tindakan dan ucapan dan ideologi, apapun itu. Toleransi secara harafiah adalah ini.
Sifat sebaliknya dari toleran adalah intoleran. Menurut KBBI, intoleran/in·to·le·ran/ adalah tidak tenggang rasa; tidak toleran. Dapat disederhanakan, toleran dan intoleran adalah dua sifat yang bertolak belakang dan seharusnya tidak menyatu.
Sifat sebaliknya dari toleran adalah intoleran. Menurut KBBI, intoleran/in·to·le·ran/ adalah tidak tenggang rasa; tidak toleran. Dapat disederhanakan, toleran dan intoleran adalah dua sifat yang bertolak belakang dan seharusnya tidak menyatu.
Tetapi, penerapannya benarkah demikian ?
Sering kita temui orang-orang mengeluhkan tidak adanya toleransi ini dan itu, tetapi juga sering menyerang dan membubarkan sebuah tindakan atau aksi yang berseberangan dengan pemikirannya. Di sini, terjadi sebuah paradoks. Pada satu sisi, kita toleran terhadap tindak tanduk masyarakat yang sesuai dengan apa yang kita imajinasikan, tetapi ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai imajinasi kita, kita berubah menjadi intoleran. Terjadi paradoks dalam toleransi.
Pada akhirnya, tindakan-tindakan apa yang disebut toleran dan intoleran kembali kepada sudut pandang tiap individu. Pada tingkatan tertinggi, toleransi akan dipahami sebagai tindakan yang dapat diterima oleh akal sehat masyarakat pada umumnya.
.: FS :.
.: FS :.
