Posted by : suarezsaga Senin, 23 Februari 2015

Sudah jam 4.31 AM. Aku masih saja terjaga, mungkin akibat kopi susu yang diminum tadi, jadinya mata bentrok dengan keinginan untuk tidur. Kadang ini biasa terjadi, apalagi kalo banyak tugas. Tugas yang menumpuk bisa menjadi pesaing kopi. Sama-sama nggak bisa bikin tidur.
Selama proses memejamkan mata dan masuk ke dunia bobo', banyak kenangan-kenangan yang terlintas. Mulai dari pertama kenal cewek, pertama masuk kuliah, pertama makan bakso, pertama nyungsep ke parit. Jika kamu pernah nonton film yang menggunakan proyektor putar, maka seperti itulah. Ada seseorang yang memasang pita-pita ke proyektor itu dan memutar beberapa kenangan. Yang paling sering diputar itu yang berkesan, lucu, membanggakan, menjijikan, menyedihkan, dan yang-bikin-pengen-lupain. Tadi waktu baring-baring terlintas satu momen. Momen yang bikin aku senyum-senyum sendiri dan termotivasi. Di masa itu, hal remeh bisa bikin termotivasi. Kali ini aku sharing tentang sala satu bagian di masa SMP, tepatnya ketika di pramuka.

***

Ekstrakurikuler pramuka hari Jumat. Sore jam 3. Tidak boleh telat. Itulah yang berhasil dipatrikan oleh kakak-kakak pembina. Belajar disiplin, slogannya. Aku sebagai seorang siswa teladan yang taat akan peraturan ( sebenarnya ngikut2 teman aja ), ikut ekstra pramuka. Upacara sebelum kegiatan dilaksanakan. Barisan tiap kelas dibedakan. Aku langsung mengambil posisi paling belakang. Sialnya, badanku sangat rendah waktu itu, sehingga ndak jadi di belakang dan disuruh ke baris urutan ke-3 dari depan ( untung masih ada yang kontet dari aku :v ).
Barisan yang ditentukan berdasarkan kelas dan regu. Untuk anak kelas 1, masih berdasarkan kelas, tapi untuk anak kelas 2-3, sudah ditentukan berdasarkan regu. Mengingat ini adalah ekstra pertama, jadi setelah upacara ini akan dibentuk regu untuk anak kelas 1. Ketika upacara, ada sekelompok barisan yang menarik perhatianku. Itu adalah barisan para kakak-kakak pembimbing ( lupa namanya ... ). Aku perhatikan dengan seksama. Di lengan kiri seragam, terdapat colet berbentuk 'V' berwarna merah.
Selesai upacara, kami diinstruksikan membentuk kelompok regu dan mulai berpencar mengikuti susunan yang sudah disusun oleh kakak-kakak pembina. Di sini aku masih saja memperhatikan gerak-gerik kakak-kakak pembimbing tadi, yang akhirnya kuketahui diberi nama PANSUS ( Pasukan Khusus ). Hmm, kayak udah mau perang aja. Selama kegiatan, mereka teriak-teriak buat kasi instruksi dan membimbing kami untuk belajar baris berbaris dulu. Melihat mereka kelihatan sangat berkuasa baik bagi adik-adik tingkat dan seangkatan dalam hal pramuka, itu keren kayaknya. Ini bisa jadi peluang bagus untuk mendapatkan gadis kakak kelas yang sudah mulai tebar pesona ( anjrit, aku umur 12 tahun udah mikir gitu !!! ). Aku berbisik kepada Obeng, teman satu reguku, "Beng, kayaknya keren tuh jadi pansus...". Dia menoleh sedikit dan bertanya, "Hah ?". Aku pertegas lagi, "Jadi Pansus... keren tuh... bisa jadi panutan, dikagumi cewek-cewek, bisa terkenal cuy... kelihatan berkuasa...". "Kamu !", tiba-tiba ada suara dari depan. Ternyata kakak-kakak pembina memperhatikan kami mengobrol. Aku dan Obeng dipanggil ke depan dan dihukum karena sempat-sempatnya mengobrol. Dihukum push-up lumayanlah.... Lalu setelah dihukum aku berkata kepada Obeng, "Kita juga bisa hukum orang beng !", Obeng hanya menjawab, "Gila Res !".
Hari-hari berikutnya, aku memotivasi beberapa orang untuk join dengan rencana mahabesar ini. Sebuah masterpiece. Sebuah ide cemerlang. Untuk menyiksa mereka, hahahahaha.... ( sambil tertawa setan ). Ada 5 orang yang terkumpul dari kelasku, 1A. Aku pun makin bersemangat. Aku cari tahu bagaimana bisa menjadi pansus. Sayang waktu itu belum ada sosmed, kalo ada aku bakal posting lowongan buat dicari orang yang bisa join ke grup penyiksa adek-adek pramuka. Untuk menjadi seorang pansus, ada tahapannya. Pertama mengisi buku SKU ( Syarat Kecakapan Umum ). Jika terpenuhi, maka akan diuji dan jika berhasil maka mendapatkan sebuah colet merah, dengan pangkat RAMU. Jika dua colet, maka disebut RAKIT, dan yang tertinggi adalah TERAP.
Buku SKU buat Penggalang
Aku pergi ke toko Masri untuk membeli buku SKU yang berwarna merah dan di tengahnya ada gambar tunas kelapa berwarna hitam. Ketika itu aku dan Obeng yang barengan belinya. Gambarnya seperti di sebelah kiri ini nih.... Ketika buku SKU ini sudah berada di tangan yang tepat ( tangan yang salah karena tujuannya buat bentak-bentak ), aku membuka halaman pertama dari buku. Halaman pertama berisi biodata pemilik, oke buka lagi halaman berikutnya yang berisi tri satya dan dasa dharma pramuka. Oke sip bisa dihapal, lanjut ke halaman berikutnya, nah ini berisi syarat-syarat buat dapat pangkat yang diidamkan. Syarat-syarat itu berisi berikut :

1. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurannya 6 kali latihan berturut-turut.
2. Hafal dan mengerti isi Dasadharma dan Trisatya.
3. Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunaannya.
4. Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.
5. Tahu cara menggunakan bendera kebangsaan Indonesia, tahu sejarahnya dan tahu arti kiasan warna-warnanya.
6. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka Pasukan Penggalang atau di muka pendengar-pendengar lain dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara. Tahu sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
7. Hafal pancasila dan tahu artinya.
8. Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penggalang
9. Tahu struktur organisasi dan tanda-tanda pengenal dalam gugusdepan
10. Dapat berbaris
11. Dapat menunjukkan sedikitnya 8 arah mata angin, dapat menggunakan kompas dan dapat membaca jam.
12. Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul jangkar dan dapat menyusuk tali.
13. Dapat menyampaikan berita secara lisan.
14. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan, dan dapat melaporkannya kepada dokter, Rumah Sakit, pamong praja, polisi atau keluarga korban.
15. Selalu berpakaian rapi dan memelihara kesehatan badan.
16. Untuk putri: Dapat mengatur meja makan atau menghidangkan minuman dan makanan kecil pada tamu. Untuk putra: Dapat membuat 2 macam hasta karya dengan macam bahan yang berbeda.
17. Memiliki buku Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar.
18. Setia membayar uang iuran kepada gugusdepannya, sedapat-dapat dengan uang yang diperoleh dari usahanya sendiri.
19. Keagamaan:
Untuk Penggalang yang beragama Islam:
- Dapat mengucap kalimat syahadat dan tahu artinya.
- Mengerti rukun Iman dan rukun Islam
- Melakukan salat berjamaah
Untuk Penggalang yang beragama Katolik:
- Dapat mengucap doa harian dan doa Rosario dan tahu artinya
- Mengikuti misa kudus dan untuk putra: dapat menjadi pelayan misa, untuk putri: dapat menghias altar.
- Dapat menyanyikan 3 buah lagu Gereja.
Untuk Penggalang yang beragama Protestan:
- Dapat dengan hafal menyanyikan salah satu nyanyian kristen.
- Dapat menceritakan 2 hikayat dari alkitab.
- Dapat mengucap dan mempergunakan doa sederhana pada kesempatan tertentu.
- Tahu hari-hari raya Kristen
Untuk Penggalang yang beragama Hindu:
- Hafal Panca Maha Yadnya.
- Hafal Sadripu dan Sadatatayi.
•      Untuk Penggalang yang beragama Budha:
- Dapat melakukan kebaktian agama Budha dengan Parita Pancasila, Parita Puja dan Parita Budhanussati.
- Hafal Vihara Gita wajib; Tri Ratna dan Malam Suci Waisak.
Otakku mulai berputar-putar. Banyak banget ini.... Aku tanya Obeng, "Kapan mulai ?", ia menjawab, "Hari Jumat jak, baju pramuka aku belum kering, baru dicuci...". Dan aku baru sadar bahwa untuk mengisi SKU ini harus pake baju pramuka, lengkap dengan atributnya. Untung ada Obeng yang mengingatkan.
Hari Jumat ini kami sudah siap untuk mengisi SKU menuju pangkat idaman..... 
( Bersambung )

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Follow me @arezsaga

Iklan Duluuu... Silakan dilihat-lihat

Kicauan saye

Yang terperangkap di blog ini sudah

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

- Copyright © suarezsaga -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -