- Back to Home »
- #bahasanfilm »
- Arrival : Memahami Gaya Komunikasi Orang Lain
Posted by : suarezsaga
Selasa, 24 Oktober 2017
Arrival adalah sebuah film fiksi sains yang disutradarai Denis Villeneuve dan dibintangi oleh jajaran bintang papan atas Hollywood, seperti Amy Adams (Man of Steel, American Hustle), Jeremy Renner (Avengers), dan Forest Whitaker (King of Scotland). Film ini berkisah tentang kedatangan 12 pesawat asing yang secara misterius melayang di atas tanah dan tidak melakukan apapun. Manusia merasa terancam dan mulai menyelidikinya.
Saya tidak akan menceritakan cerita sepenuhnya di sini. Karena jika diceritakan semuanya di sini, pemirsa jadi malas nonton karena spoiler. Jadi, hanya secuil nilai yang saya tangkap saja.
Konflik dalam film ini bermula ketika sekelompok peneliti dan pakar (ada ahli Fisika dan ahli linguistik) yang direkrut oleh Angkatan Militer Amerika Serikat untuk mencoba berkomunikasi dengan makhluk yang ada di pesawat. Pada mulanya, sang Ahli Linguistik bernama Louise Banks (diperankan oleh Amy Adams dengan sangat cantik dan nyaris sempurna), kebingungan dan sempat mengalami stres karena pengalaman yang benar-benar membuatnya kehilangan akal. Anda bayangkan saja jika Anda memang pakar linguistik dan mempelajari bahasa-bahasa di seluruh dunia dan disuruh menerjemahkan bahasa Alien, bagaimana respon Anda ? Jangankan bahasa Alien, bahasa makhluk bumi seperti cacing saja susah diterjemahkan.
Sang Alien-pun mulai berkomunikasi dengan baik dan lancar, dengan panduan aba-aba oleh Louise Banks. Semua berjalan lancar ketika ada sebuah kata yang diberikan oleh mereka yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sebagai 'senjata'. Mengetahui ini, banyak pimpinan militer negara-negara yang disinggahi, termasuk Tiongkok, mulai beranggapan bahwa mereka ini membawa senjata pemusnah masal dan ingin menguasai dunia. Alasan yang sangat klise di tiap film tentang invasi Alien.
Adegan selanjutnya adalah Rusia, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, dan 8 negara lain mulai mengaktifkan senjata nuklir dan semua hulu ledak sudah disiapkan dalam menyikapi pernyataan sang Alien bahwa mereka membawa senjata. Militer mereka sudah siap menghancurkan tamu tak diundang tersebut.
Adegan selanjutnya adalah Rusia, Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, dan 8 negara lain mulai mengaktifkan senjata nuklir dan semua hulu ledak sudah disiapkan dalam menyikapi pernyataan sang Alien bahwa mereka membawa senjata. Militer mereka sudah siap menghancurkan tamu tak diundang tersebut.
Oke sampai disitu. Saya mulai menangkap satu hal yang sering menjadi masalah di pergaulan kita-kita ini. Salah bicara maka urusan bisa panjang. Salah bicara mengenai hal yang sensitif akan berbuntut panjang mengenai hubungan Anda dengan lawan bicara Anda. Akibatnya banyak hal, mulai dari yang paling ringan itu dibicarakan di belakang, dijauhi, jika bicara tidak ditanggapi, didemo, ditangkap polisi, yang paling buruk dibunuh. Nah, ketika mengalami salah paham ini, yang perlu kita pahami sebenarnya hanyalah memahami latar belakang dan gaya bicara seseorang.
Ada sebuah contoh. Ketika bicara, orang tersebut berbicara dengan nada-nada tinggi walaupun tidak setinggi tenor-nya Luciano Pavarotti. Bagi sebagian masyarakat, orang ini dianggap memarahi dan mengajak kelahi, tetapi kita perlu pahami pelan-pelan dan memahami latar belakangnya. Begitu juga misalnya terjadi keseleo lidah, jangan terlalu cepat menjustifikasi. Masalah di masyarakat dunia dewasa ini kan karena masalah komunikasi dan pemahaman yang dangkal.
Pada akhir film, diketahui bahwa Alien tersebut bukan mengajak perang, tetapi menawarkan kerja sama bersenjata. Setelah dijelaskan, Alien-alien tersebut meninggalkan Bumi dalam keadaan damai, aman, sejahtera, dan selamat sentosa. Di kehidupan nyata, sangat penting untuk mengonfirmasi dan memahami terlebih dahulu baru kemudian bereaksi.
.: FS :.
