- Back to Home »
- Cerita Ringan »
- Astagfirullah Rez !! Kamu jatuh dimana ???!!
Posted by : suarezsaga
Minggu, 12 Januari 2014
Kemarin aku iseng-iseng lihat meme comic, yang isinya gambar-gambar lucu nan absurd. Ada beberapa yang benar-benar menyentuh kehidupan nyata, dan ada beberapa yang ngarang abisss. Aku juga beberapa kali kirim gambar ke MCI ( 1 kali aja pernah di re-upload ) dan ke 1cak.com, dan hasilnya tidak sesuai harapan. Sedikit dapet fun. Yang banyak dapat fun itu ya yang kayak Otong dan Pak Polisi itu, padahal biasa-biasa aja ceritanya. Dari sekian gambar meme, ada satu yang menarik perhatian, yaitu seperti di samping itu.
Waktu membacanya, otak-otakku seolah menampilkan layar-layar film. Layar yang menayangkan sebuah kejadian konyol beberapa tahun lalu. Sampai sekarang, jika saya bertemu dengan orang itu, kami akan tertawa terpingkal-pingkal tanpa henti. Dalam cerita kali ini, ada aktor baru, namanya Alan.
Dari sekian kejadian memalukan dan konyol yang pernah kualami, mungkin ini dia salah satunya. Yang lain masih ngantri di belakang, hehe.
Cerita bermula saat aku sedang di rumah, nyantai-nyantai main laptop, dengar lagu, nonton film, cuci pakaian, cuci sendal, menabung, kasi donor darah ( yang 2 terakhir abaikan ). Ketika tengah asik-asik begitu, ada sebuah dering SMS. Ya, bunyi handphone mamang tukang bakso yang lewat ternyata. Oke, sebenarnya itu bunyi handphone aku. Aku
baca SMS yang masuk. Dari Alan. Isinya dia ngajakin buat cari sepatu ke
Malioboro. Ya sudah, daripada bengong dan melongo sampe lalat masuk ke mulut,
aku memutuskan untuk menjadi follower
Alan ke Malioboro buat cari sepatu. Setelah mandi, berpakaian, nggak lama Alan
datang jemput.
“Res,
ke kontrakanku dulu… Aku lupa bawa dompet…”, kata Alan.
“Hadeh…
Gimana sih kok bisa lupa ? Kalo kepala bisa dilepas, bisa lupa juga tuh bawa
kepala…”
“Hehehe…
Yok ke kontrakanku dulu…”
Kamipun ke kontrakan Alan di daerah Kledokan. Rumahnya cukup nyaman. Ada 3 kamar dan
halamannya cukup luas. Aku nungguin dia di teras rumah. Hawa-hawanya adem. Ada
angin cepoi-cepoi berhembus kena muka. Aku ketiduran. Nggak lama ketiduran,
Alan datang ngajakin berangkat.
Dia
menurunkan motornya dari halaman rumah ke jalan gang yang terbuat dari paving itu. Pas udah turun, ada mobil
dari arah berlawanan, tampak kesusahan untuk lewat karena ada motor Alan. Aku pukul jok motornya dan menyuruh Alan untuk
maju dulu biar mobilnya bisa lewat. Kemudian Alan maju dulu lewat samping mobil di jalan
gang yang sempit itu. Aku pikir dia akan maju dan berhenti buat nungguin aku.
Tapi yang terjadi adalah : dia jalan terus dengan motornya hingga hilang dari
pandangan. Pada saat bersamaan ada bapak-bapak tukang bakso lewat.
“Lan
! Lan !! Woiii Lan !!!!” teriakku, nggak dengar dia.
“Mas,
ditinggal cowoknya ya ?” tanya Bapak tukang bakso.
“Eh,
bapak ini ! Saya normal pak !” jawabku agak shock dengan ejekan bapak tukang
bakso.
“Ohh…
just kidding dek…”
Wow,
bapak tukang bakso ini gaul benar. Bahasa Inggrisnya keren pak. Hahaha.
Tapi
aku masih ditinggal, sial ! Aku ambil HP QD ini dan mulai menelepon Alan.
Tiba-tiba terdengar suara cewek, katanya, “Your
number calling is busy…”. Sial ! Aku tekan panggil terus sampe dia angkat.
Akhirnya setelah lima kali percobaan, panggilanku masuk. Duudd, Duuud,
duuuudddd.
“Lan….”
“Loh
Res, ngapain kamu nel..”, dia terdiam sejenak,”Astagfirullah Rez !! Kamu jatuh dimana ???!!”
Sumpah
demi kolor yang lagi basah, nih anak malah ngirain aku jatuh. Aku dengan kesal teriak
di telepon sampe muncrat-muncrat, “Bukan jatuh Lan ! AKU KETINGGALAN !”
“Loooh
????? Kok Bisa ???? Hahahahahaaa………….. Tunggu yaa….”, seru Alan di seberang
telepon.
Sepuluh
menit nungguin, akhirnya dia datang. Begitu sampai di depanku, dia tertawa
terbahak-bahak. Asem nih anak, malah ketawa. Bapak tukang bakso tadi masih di
situ. Dia juga tertawa.
“Hakhakhakhak…
Aku kira kamu jatuh Res !! HAHAHAHHAHAHA….”
Aku
Cuma cengengesan aja. Naik ke motor Alan. Sepanjang jalan dia tertawa.
Sepanjang jalan dia cerita. Sepanjang jalan aku hanya cengengesan aja.
“Tau
nggak Res ? Aku tadi tuh lagi telponan sama bini-ku. Nah, begitu tutup telepon,
teleponmu masuk. Aku kaget, kok Ares nelpon ? Begitu aku angkat, aku tanyain
sambil noleh ke belakang. Aku hampir serangan jantung Res !! HAHAHAHHAHAHA….”
Hehehe.
Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. Malu juga rasanya, apalagi dilihat
oleh orang. Aku akhirnya bicara dan mengatakan, “Sial kau Lan !”.
Setelah mengingat kejadian ini, aku jadi tau bagaimana rasanya jika ada di posisi si Ibu-ibu yang ditinggalkan suaminya di warung itu.